Main Area

Main

Warga Pasang Patok Perbatasan Untuk Dapatkan Sertifikat

warga-pasang-patok-perbatasan-untuk-dapatkan-sertifikat-muba7om1520740922.jpg

Salah satu warga yang sedang memasang patok perbatasan yang terletak di Dusun IV Desa Ngunang tepatnya diperkebunan kelapa sawit ketika ditemui awak media.

SANGA DESA - Mendapat kabar baik dari pemerintah, warga masyarakat Desa Ngunang satu persatu mendatangi rumah Kepala Dusun (Kadus) Dusun IV untuk menanyakan tentang Program Pengurusan Sertifikat Tanah (Prona) dari Pemerintah.

Kadus IV mengatakan, prona dari pemerintah datang dan masuk ke Desa Ngunang mulai dilaksanakan terhitung dari tanggal (15/2/2018).

"Jika ingin menurut acuan pemerintah mengingat persoalan biaya yang ditanggungi dengan sebesar Rp 200.000 untuk melaksanakan Prona tersebut, jujur saya tidak sanggup jika hanya sebesar Rp 200.000 untuk mengurus prona tersebut. Sebab apakah cukup untuk biaya pengecoran dan pengukuran untuk memasang patok perbatasan tanah tersebut, belum lagi ditambah biaya transport, biaya beli alat tulis dan sebagainya. Maka dari itu saya menyarankan kepada masyarakat Desa Ngunang untuk biaya pengecoran memasang patok perbatasan ditanggung oleh masyarakat sendiri". Jelasnya

Persoalan biaya tersebut, masyarakat menerima saran saya khususnya masyarakat Desa Ngunang dan tidak ada tuntutan dari warga, yang terpenting bagi saya kepada masyarakat jika ingin mengurus surat menyurat, harus menggunakan surat tanah resmi dan harus bertatap muka langsung antara kedua belapihak jika ingin memsang patok perbatasan supaya tidak timbul permasalahan. Ujar Darmansah (48) kepada Mubaonline.com

Ada salah satu warga yang sedang memasang patok perbatasan yang terletak di Dusun IV Desa Ngunang tepatnya diperkebunan kelapa sawit ketika ditemui awak media. Sabtu, (10/3/2018) mengatakan, untuk biaya pemasangan patok perbatasan kami tidak keberatan mengeluarkan biaya sendiri. Tuturnya

"Kami berharap Pemerintah sungguh-sungguh untuk membuat sertifikat tanah yang kami usulkan dan dapat mengabulkan permohanan kami, sesudah memasang patok perbatasan ini saya segera akan mengurus surat prona kepada Pemerintah Desa". Ungkap Nasandra (38) kepada Mubaonline.com

Selanjutnya Paroji (51) mengatakan,
"Saya berkeinginan membuat sertifikat tanah program yang diadakan oleh pemerintah, saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah membuat program ini. Saya berharap, dengan adanya prona ini saya dapat memiliki sertifikat tanah yang saya ajukan" ungkapnya.(lp1)


Baca Juga :
Keluang Berdarah, Ayah Bunuh Anak Kandung
Dodi Reza: SMPN 3 Lais Hebat dan Canggih
Tiga Terduga Pelaku Penyalah Gunaan Narkoba Diringkus Polsek Bayung Lencir
Ternyata Ayah Ulil Seorang Guru Honorer
Modusnya Mau Beli HP, Namun HP Dibawa Kabur
Suebno Diciduk Saat Hadir di Pernikahan Adiknya
Puluhan Pasangan Nikah Tidak Sah, Disahkan Di Kantor Lurah

Komentar Anda ?
Advertisment
2017 Mubaonline PT PERUSAHAAN MEDIA ONLINE (PERMIO)