Main Area

Main

SUDAHKAH KAWASAN TANPA ROKOK (KTR) MENJADI ALTERNAFIF PENGENDALIAN KONSUMSI ROKOK ?

sudahkah-kawasan-tanpa-rokok-ktr-menjadi-alternafif-pengendalian-konsumsi-rokok-muba153cb1574662657.jpg

Intan Elisyah Harahap, Merlin Diandra, Rini Aulia Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya

Kesehatan merupakan hal penting untuk setiap manusia, karena kesehatan adalah segalanya tanpa kesehatan segalanya tidak akan berarti apa-apa. Perilaku yang sehat dan baik adalah dambaan semua orang yang menjadi kebutuhan dasar derajat kesehatan masyarakat.

Salah satu aspeknya adalah menghindarkan paru-paru kita dari asap rokok secara langsung maupun tidak langsung, karena asap rokok sangat berbahaya bagi kesehatan. Perilaku merokok membahayakan diri sendiri maupun orang lain yang berada disekitarnya, karena asap rokok mengandung lebih dari 4000 zat kimia berbahaya serta lebih dari 43 zat penyebab kanker.Berdasarkan persentase Negara dengan produsen tembakau terbesar di dunia, Indonesia berada di posisi keenam dengan jumlah produksi tembakau sebesar 136 ribu ton atau sekitar 1,91% dari total produksi tembakau dunia.

Merokok menimbulkan berbagai permasalahan dalam kehidupan baik dari aspek kesehatan, ekonomi maupun aspek sosial budaya. Merokok tidak hanya membahayakan kesehatan si perokoknya saja, tetapi juga orang orang yang ada di sekitarnya.

Lebih dari 600.000 kematian di dunia terjadi pada perokok pasif pada tahun 2004 dan 75% di antaranya adalah perempuan dan anak. Data Riskesdas 2013 proporsi terbanyak perokok aktif setiap hari pada umur 30-34 tahun sebesar 33,4 persen, umur 35-39 tahun 32,2 persen, sedangkan proporsi perokok setiap hari pada laki-laki lebih banyak dibandingkan perokok perempuan (47,5% banding 1,1%).

Bahaya terhadap rokok dan produk sampingannya sudah saatnya dicegah. Hal ini dilakukan untuk melindungi perokok dan orang yang disekitarnya dari penyakit dan gangguan kesehatan. Berdasarkan Hal tersebut, WHO membuat kesepakatan terkait pengendalian penggunaan tembakau yang dikenal sebagai WHO Framework Conventionon Tobacco Control (WHO FCTC).

Kesepakatan pengendalian tembakau ini dapat dijadikan dasar bagi negara-negara di dunia untuk melaksanakan pengendalian konsumsi tembakau. WHO mengenalkan pelaksanaan pengendalian tembakau yang disebut MPOWER (monitor, Protect, Offer, help, warn, enforce and raise tax). Salah satu penerapan MPOWER yang dapat dilakukan adalah melindungi perokok pasif dari asap rokok. Hal ini dilakukan karena tidak ada ambang batas minimum paparan asap rokok dunia dan kawasan yang 100% bebas asap rokok merupakan satu-satunya cara untuk melindungi seseorang dari bahaya perokok pasif.

Berdasarkan peraturan bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor : 188/MENKES/PB/I/2011tentang pedoman pelaksanaan kawasan tanpa rokok menyatakan bahwa dalam rangka melindungi individu, masyarakat, dan lingkungan terhadap paparan asap rokok, pemerintah daerah perlu menetapkan Kawasan Tanpa rokok. Kawasan Tanpa Rokok adalah tempat atau ruangan yang dinyatakan dilarang untuk merokok, menjual, mengiklankan, dan/atau mempromosikan rokok, yang meliputi : tempat umum, tempat kerja, tempat ibadah, arena kegiatan anak-anak, angkutan umum, kawasan proses belajar mengajar, tempat pelayanan kesehatan. Teori Lawrence Green tentang perilaku kesehatan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seseorang Green (1980) yaitu faktor predisposisi, faktor pemungkin dan faktor penguat. Faktor predisposisi (predisposing factors) yaitu pengetahuan, sikap, kepercayaan, nilai-nilai, persepsi yang dapat memudahkan atau menghalangi motivasi untuk berubah, termasuk juga pengalaman yang akan membentuk sikap, nilai-nilai dan persepsi.

Faktor penguat (reinforcing factors) yaitu ganjaran yang diterima atau umpan balik yang diterima dari perilaku orang lain, rekan kerja, kelompok, supervisi, dan lain lain. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan menurut Niven (2002) adalah individu, dukungan keluarga, dukungan sosial dan dukungan petugas. Faktor pemungkin (enabling factors) yaitu faktor yang memudahkan atau memungkinkan seseorang berperilaku, yang termasuk disini adalah sumber daya, kelengkapan sarana, transportasi, ketrampilan, aturan, kebijakan.

Oleh: Intan Elisyah Harahap, Merlin Diandra, Rini Aulia
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya


Baca Juga :
Ini Dia Rincian Jumlah Pelamar CPNS Muba Tahun 2019
Membanggakan, Dea Aditya Atlet Difabel Asal Desa Teluk Ini Bawa Pulang Medali Emas dan Perak Peparprov
Inginkan Gardu Induk Di Bayung Lencir, Masa Aksi Banting TV Di PT DSSP Power PLTU Sumsel 5
Bawa Uang Ratusan Juta Bos Sawit Ditembak
Hendak Melarikan Diri, DPO Curat Ini Didor Oleh Satreskrim Polres Muba
Hujan Deras Mengguyur Lais, Siswa Ujian Memakai Sendal
Resmi.. Muba Miliki Pabrik Pengolahan Aspal Karet

Komentar Anda ?
Advertisment
2017 Mubaonline PT PERUSAHAAN MEDIA ONLINE (PERMIO)