Main Area

Main

Siapapun Akan Tersentuh Hati Melihat Gubuk Damsi, Pemda Patut Turun Tangan

siapapun-akan-tersentuh-hati-melihat-gubuk-damsi-pemda-patut-turun-tangan-muba1235s1577730158.jpg

Gubuk Reot Milik Damsi Didusun 2 Petaling Kecamatan Lais

Lais, Musi Banyuasin - Dalam istilah umum, sejahtera menunjuk ke keadaan yang baik, kondisi manusia di mana orang-orangnya dalam keadaan makmur, dalam keadaan sehat dan damai.

Kendati Sejahtera bisa diartikan demikian untuk sebuah keadaan seseorang, namun berbanding terbaik dengan fakta yang ada termasuk bagi sebagian masyarakat. Kata Sejahtera mungkin saja tak asing ditelinga namun nyatanya sebagian dari masyarakat belum merasakannya.

Di Kecamatan Lais Misalnya, tepatnya di Dusun 2 Desa Petaling Sekitar 100 Meter menyebrangi Sungai batang hari untuk dapat menemui sebuah gubuk reot milik Damsi akrab dipanggil wak Bom bom  yang berada ditengah tengah kebun karet yang kehidupan sehari-harinya jauh dari kata Sejahtera.

Mengapa tidak, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari Damsi dan Istrinya Aria Dila (45) dan anak perempuannya Endang Pertiwi. Damsi dengan tubuhnya yang memasuki usia lebih dari setengah abad ini menghidupi keluarganya dengan memotong karet miliknya yang hanya sekitar 100 Batang karet dengan penghasilan 12 Kilo Gram per minggu.

Begitupun Istrinya Aria Dila yang juga sebagai petani Karet membantu sang suami dengan hanya menghasilkan 40 Kilo Gram per minggu namun harus dibagi dua dengan pemilik kebun karet.

Miris memang, jika dilihat Musi banyuasin adalah kabupaten kaya Sumber Daya Alam, dan Muba Maju Berjaya seakan hanya besitan harapan bagi Damsi dan keluarganya untuk bisa merasakan makmurnya kabupaten tercinta ini.

Pemerintah Desa pun terkesan tinggal diam dengan keadaan warganya sendiri yang jauh dari kata makmur dan sejahtera.

Sebut saja Zul (30), Warga setempat yang pada Minggu (29/12) sempat berkunjung ke Rumah Damsi menceritakan kepada mubaonline.com keprihatinannya akan keadaan Damsi dan keluarga. “Rumahnye terbuat dari papan, ukurannye pun cuma sekitar 4x3 meter, sempit dan jauh dari kate layak bahkan dindingnye jugek bolong bolong.” Ucap Zul kepada mubaonline.com, Senin (30/12).

Menurut Zul, Damsi dan keluarganya juga tidak menikmati terangnya sinar lampu dari listrik karena Damsi hanya menggunakan Lampu minyak.”Mungkin karene jauh dari jalur lisrtik makenye rumahnye dak terjangkau.” Kata Zul.

Zul yang ketika itu bercengkramah langsung dengan Damsi kembali menceritakan harapan dan keinginan dari Damsi, “Menurut wak Bom bom, dulu pernah ade wang dari sekayu datang melalui program bedah rumah tapi sayang bukan rumahnye yang dibedah tapi rumah urang lain.” Ambah Zul.

“Bahkan wak Bom bom ini katek KTP, yang ade KTP Cuma bininye bae,”. Tambahnya lagi.

Zul berharap pemerintah bisa turun tangan membantu meringankan beban Damsi, apa lagi program pemerintah baik Pusat maupun Daerah dalam mengentaskan kemiskinan sangat menjanjikan, mungkin pemerintah kabupaten atau pemerintahan Desa Petaling bisa turun langsung meninjau Rumah kediaman Damsi.

“Selalu ade harapan untuk kitek untuk sling meringanke beban saudara-saudara kitek, Untuk itu mari kepada pihak terkait tolong perhatikan dan setidaknye ade bantuan untuk masyarakat cak wak Bombom ini.” Tutup Zul.

Laporan : raka


Baca Juga :
Junai Warga Tanjung Agung Timur Ini Terciduk Di Desa Epil
Akibat Ulahnya, Warga Lais Utara Ini Diborgol Polisi
Mau Berjalan Diatas Air ? Datangi Taman Terbuka Hijau di Sekayu
Tanggal 8-12 Februari 2020 Tes SKD CPNS Muba
Muara Medak Sulap Lidi Kelapa Sawit Jadi Piring
DPO Ini Akhirnya Diciduk Polisi
Sejahterakan Petani Karet, 6 UPPB Se Bayung Lencir Terima Surat Tanda Registrasi

Komentar Anda ?
Advertisment
2017 Mubaonline PT PERUSAHAAN MEDIA ONLINE (PERMIO)