Main Area

Main

Sejahterakan Petani Karet, 6 UPPB Se Bayung Lencir Terima Surat Tanda Registrasi

sejahterakan-petani-karet-6-uppb-se-bayung-lencir-terima-surat-tanda-registrasi-muba183ko1579701891.jpg

Penyerahan Surat Tanda Registrasi (STR) UPPB Se Bayung lencir. Penyerahan secara simbolis diawali oleh Ketua DPRD Muba, kemudian Kadisbun Muba, terakhir Camat Bayung Lencir.

Bayung Lencir, Musi Banyuasin - "Petani Karet Sejahtera, Menuju Muba Maju Berjaya 2022" memang layak disematkan pada program Pemerintah Kabupaten Muba yang juga merupakan tindak lanjut dari Program Pemerintah Pusat dalam upaya mensejahterakan para petani karet.

Hal itu dibuktikan dengan telah menjamurnya Unit Pengolahan dan Pemasaran Bahan Olah Karet (UPPB) di Kabupaten Muba, salah satunya adalah hari ini, Rabu (22/1), di areal UPPB Senawar Jaya, Desa Senawar Jaya, Kecamatan Bayung Lencir, Muba, dimana ada 6 UPPB yang menerima Surat Tanda Registrasi (STR) dari Dinas Perkebunan Kabupaten Muba.

Keenam UPPB tersebut yakni, UPPB Bayung Lencir di kelurahan Bayung Lencir (perpanjangan), UPPB Senawar Jaya Desa Senawar Jaya, UPPB Mendis Maju Bersama Desa Mendis, UPPB Sumber Makmur Bersama Desa Pangkalan Bayat, UPPB Selaro Berseri Jaya Desa Simpang Bayat, UPPB Bayat Ilir Sejahtera Desa Bayat Ilir.

Pada acara Silaturahmi UPPB Se Bayung Lencir sekaligus Penyerahan STR UPPB Sebayung Lencir yang digelar oleh forum Komunikasi UPPB Se Bayung Lencir tersebut, STR keenam UPPB diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Muba, Drs Iskandar Syahrianto, Ketua DPRD Kabupaten Muba, Sugondo, serta Camat Bayung Lencir Akhmad Toyibir SSTP MM.

Kepala Dinas Perkebunan Musi Banyuasin, Drs Iskandar Syahrianto mengatakan bahwa melalui UPPB ini bisa merubah pola bertani dan penjualan hasil tani para petani itu sendiri. "Perlahan kita perbaiki cara menyadap karet yang benar, seperti misalnya menyadap karet dalam 2 hektare lahan dibagi menjadi 3 hari sekali, cara seperti itu selain mempermudah petani, pohon karet pun tidak setiap hari di sadap dan itu tidak menurunkan jumlah produksi karetnya," kata Iskandar.

Dalam sambutannya dihadapan petani dan pengurus UPPB se Bayung Lencir, Iskandar juga berterimakasih atas telah terbentuknya forum Silaturahmi UPPB Se Bayung Lencir ini, menurutnya, melalui forum ini bisa menjadi wadah berbagi informasi dan pengetahuan untuk para petani.

"Kedepan, tahun ini juga UPPB akan kita naikan gradenya dari perkumpulan penjual bokar menjadi berbadan hukum, sehingga kalau sudah berbadan hukum bisa menggandeng pihak bank, jadi pembayarannya tidak lagi secara cash. Akan ada bantuan bibit sejumlah 5 juta bibit ditahun 2020 ini melalui UPPB, saat ini sedang pendataan, Agustus sampai September lah kira-kira realisasi tergantung pendataannya," ungkapnya.

UPPB yang bisa mensejahterakan petani karet tersebut diaminkan oleh salah satu Ketua Pengurus UPPB yang beroperasi di Bayat Ilir, ialah Diky Sophan Pribadi, menurutnya sebelum UPPB beroperasi di wilayah Bayat, karet petani hanya dibeli oleh toke getah (tengkulak) di harga kisaran lima ribu rupiah perkilonya, berbeda jauh saat UPPB di wilayah Bayat beroperasi, dimana harga karet mencapai sembilan ribuan rupiah perkilonya

"Petani lebih senang dengan adanya UPPB, harga karet bukan hanya naik, bisa dibilang berubah, karena naiknya harga karet mencapai ribuan rupiah bukan ratusan rupiah. Dengan adanya UPPB, walaupun masih ada toke yang beroperasi, toke getah akan termotivasi juga untuk tidak membeli dengan harga murah karet petani," ujarnya saat menghadiri acara Serah Terima STR.

Sementara, Ketua UPPB Senawar Jaya, Hadi Winarno dalam sambutannya, mengucapkan terimakasih sekali atas support dari semua pihak, Dinas Perkebunan Musi Banyuasin, Pemerintah Kecamatan Bayung Lencir, Pemerintah Desa Senawar Jaya, terutama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Badan Penyuluh Pertanian Kecamatan Bayung Lencir, yang telah membantu memberikan support hingga pihaknya bisa membentuk dan menjalankan UPPB Senawar Jaya.

"Sekaligus mewakili Forum Komunikasi UPPB Se Bayung Lencir, kami berharap juga kepada para pemimpin kami bisa memfasilitasi kami dalam pembangunan kantor ataupun gudang untuk setiap UPPB," katanya.

Harapan tersebut dibalas langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Muba, Sugondo, menurutnya apa yang menjadi aspirasi masyarakat dipersilahkan diajukan melalui jalur yang sesuai aturan yang berlaku, "kalau menyangkut hajat hidup orang banyak akan kita perjuangkan dan usahakan, ajukan saja melalui Musrenbangdes, Musrenbang Kecamatan," katanya.

Camat Bayung Lencir, Akhmad Toyibir SSTP MM mengatakan, apabila nantinya di Desa lain akan mendirikan UPPB di masing-masing Desanya memiliki nama dari Desa tempat UPPB tersebut beroperasi. "Untuk forum Komunikasi UPPB Kecamatan Bayung Lencir kedepannya agar memfasilitasi para UPPB memiliki peta perangnya masing-masing, serta tidak saling caplok kavlingan," kata Ibir.


Laporan : Luthfy


Baca Juga :
Temuan Mayat Di Bayung Lencir, Diduga Tewas Akibat Tersetrum Penjerat Binatang Liar
Terciduk Bawa Senjata Tajam, Indra Kesuma Alias IN Diamankan Polsek Lais
Jejak Kaki Harimau di Lawang wetan Heboh Di Sosmed, BKSDA Pastikan Jejak Tersebut Kucing Hutan
Bejat, Ayah Kandung Setubuhi Anak Sendiri Hingga Hamil
Seleksi Paskibraka Tingkat Kecamatan Muba Hampir Selesai
Pastikan Air Bersih Dapat Dinikmati Seluruh Pelanggan PDAM, Jajaran Direksi dan Dewas PDAM Tirta Randik Tinjau Langsung Unit Sungai Keruh
Anggota DPRD Muba Fraksi Gerindra Hendra Wijaya Berbagi Kasih Dengan Kaum Dhuafa dan Yatim Piatu, Peringati Hut Gerindra Ke 12

Komentar Anda ?
Advertisment
2017 Mubaonline PT PERUSAHAAN MEDIA ONLINE (PERMIO)