Main Area

Main

Rumah Ini, Sudah Puluhan Kali Ditabrak Mobil

rumah-ini-sudah-puluhan-kali-ditabrak-mobil-muba393uh1606399479.jpg

Rumah Nenek Khodijah (78) seperti menjadi langganan ditabrak mobil, hal ini karena rumahnya berada persis di pinggir jalan lintas tengah (Jalinteng) Palembang - Lubuk Linggau tepatnya di Dusun 3 Desa Ngulak Kecamatan Sanga Desa.

Sanga Desa, Musi Banyuasin - Rumah Nenek Khodijah (78) seperti menjadi langganan ditabrak mobil, hal ini karena rumahnya berada persis di pinggir jalan lintas tengah (Jalinteng) Palembang - Lubuk Linggau tepatnya di Dusun 3 Desa Ngulak Kecamatan Sanga Desa.

Tikungan tajam yang diberi nama oleh warga dengan tikungan pangeran itu begitu curam, dan rumah sang nenek tepat berada di ujung siku pertikungan. Alhasil rumah semi permanen yang terbuat dari papan dan kayu lawas ini kerap menjadi langganan ditabrak oleh kendaraan yan terjebak di tikungan pangeran.

Tak heran Nenek Khodijah seakan sudah terbiasa dengan tabrakan mobil yang menghantam rumahnya, bahkan suatu hari ketika sebuah mobil minibus menghantam rumahnya seakan rumahnya mau runtuh. Genteng-genteng berhamburan tiang-tiang rumah bergoyang akibat hantaman mobil.

"Sudah puluhan tahun saya tinggal dirumah ini, saya sendiri sudah lupa berapa banyak mobil yang menabrak rumah saya," ujarnya saat dibincangi Kamis (26/11).

Nenek Khodijah mengaku, bahkan belum lama ini kamar mandi yang ada di bagian belakang rumahnya hancur ditabrak oleh mobil.

"Rumah saya bergoyang hebat, bahkan gentengnya sering jatuh kalau ada mobil yang menabrak rumah saya, tapi Alhamdulillah masih diberikan tuhan keselamatan dan kesehatan," ungkapnya.

Karena sudah terlalu sering rumahnya ditabrak, saat ini dirinya sudah terbiasa dan tidak merasa aneh lagi. Hanya saja dia tetap waspada meskipun dirinya tidak memilih pindah dari rumah tersebut ketimbang harus selalu hidup dihantui oleh kendaraan yang terperosok di tikungan pangeran.

"Saya tidak mau pindah, karena rumah ini warisan dari orangtua saya. Beliau sudah berpesan agar rumah ini dijaga dan jangan dijual, makanya saya tetap mau tinggal disini," jelasnya.

Dirinya berharap kepada pemerintah untuk dapat memasang rambu-rambu atau penghalang agar tabrakan tidak terjadi lagi. Kalau diusulkan untuk pindah saya tidak mau. “Saya minta kepada raja-raja (sebutan untuk pemimpin zaman dahulu) dipasang penghalang, kalau pindah saya tidak mau sudah pesan dari orang tua rumah ini jangan dijual, saya juga berencana mau memasang parit disebelah rumah biar mobil yang terperosok idak langsung nabrak rumah tapi masuk parit dulu. ”tutupnya.


Laporan : cr1


Baca Juga :
Lais Utara Satu-satunya Desa Di Kecamatan Lais Yang Akan Dilalui Jalan TOL Betung-Tempino-Jambi
Amukan Api Menghanguskan Rumah Astuti Di Desa Teluk Kijing 3
Pedagang Dilapangan Gelanggang Remaja Sekayu Ditertibkan, Marko Susanto
Marko Susanto Turun Langsung Berikan Himbauan Dan Penertiban Pedagang Kaki Lima Disekitaran Lapangan Gelanggang Remaja Sekayu
Gandeng PT BAS, Karang Taruna Senawar Jaya & Puskesmas Sukajaya Gelar Khitanan Massal
Camat Cantik Babat Toman Pukau Bupatinya Dalam Launching Sport Center dan Bantuan Bedah Rumah Layak Huni
Soumil Kayu Di Desa Saud Ketapi Nyaris Ludes Terbakar

Komentar Anda ?
Advertisment
2017 Mubaonline PT PERUSAHAAN MEDIA ONLINE (PERMIO)