Main Area

Main

Masyarakat Peduli Api, Ekonomi Meningkat Lewat Agrokomplek Manggala Agni Daops Sumatera XV/Musi Banyuasin

masyarakat-peduli-api-ekonomi-meningkat-lewat-agrokomplek-manggala-agni-daops-sumatera-xvmusi-banyuasin-muba103f11619607079.jpg

Kadaops Sumatera-XV dan tim saat berkunjung ke tambak perikanan MPA Wonorejo.

Bayung Lencir, Musi Banyuasin - "Manggala Agni tidak hanya memadamkan kebakaran hutan dan lahan" tak hanya jadi isapan jempol belaka. Bukan hanya memadamkan kebakaran hutan dan lahan, Manggala Agni juga aktif membantu masyarakat di sektor lainnya.

Manggala Agni Daops Sumatera XV/Musi Banyuasin salah satunya, mereka menjadi inisiator program Agrokompleks di wilayah Desa Wonorejo, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Dikomandoi sang Kadaops bernama Jamhari, Manggala Agni Daops Sumatera XV/Musi Banyuasin ini mulai merealisasikan program yang bertujuan utama memberikan pemahaman kepada masyarakat agar bertani tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Masyarakat Peduli Api (MPA) Wonorejo adalah kelompok masyarakat peduli api yang menjadi binaan pertama Manggala Agni Daops Sumatera XV/Musi Banyuasin dalam merealisasikan Agrokomplek tersebut.

"Awalnya ada keterbatasan operasional anggota MPA untuk berpatroli dan sarana prasarana pemadaman api. Mereka ini mengharapkan kami bisa membantu agar ada suatu income secara mandiri untuk meningkatan sarpras penunjang mereka untuk lebih aktif lagi mencegah kebakaran hutan dan lahan. Jadi kita coba realisasikan, dan Alhamdulillah saat ini sudah mulai jalan," ungkap Kadaops Sumatera XV/Musi Banyuasin, Jamhari, Rabu (28/4/2021).

Membina petani tidak serta merta dengan penekanan berupa teori saja, lewat program Agrokompleks ini Manggala Agni Daops Sumatera XV/Musi Banyuasin nyata merealisasikan pembinaan peningkatan perekonomian masyarakat.

Agrokomplek ini adalah gabungan berbagai jenis budidaya dalam satu areal dimana pertanian, perikanan, perkebunan dan kehutanan menjadi satu kesatuan pada komplek areal tertentu.

Dipilihnya Desa Wonorejo ini sendiri untuk mendukung dan membantu masyarakat kelompok peduli api di areal itu, karena merupakan wilayah yang rawan terjadi Karhutlah. Beberapa yang sudah berjalan yaitu perikanan, dan perkebunan pinang betara.

"Perikanan Alhamdulillah sudah mulai sejak Desember 2020, untuk pertanian rencananya setelah pinang ini, masih dalam proses usulan," lanjut Jamhari.

Kata dia bibit ikan dan pinang sudah ada ini merupakan inisiasi dari Manggala Agni Daops Sumatera XV / Musi Banyuasin di dukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Harapan kita program ini menjadi motivasi masyarakat petani itu sendiri, ekonomi mereka lebih meningkat dan mereka lebih mandiri," ujar pria kelahiran Majalengka 26 April 1970 ini.

Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas Kadipaten ini juga mengatakan selain di Desa Wonorejo, pihaknya sudah berwacana akan melebarkan program Agrokomplek ini, kata dia nantinya di desa Mendis juga akan di bantu bibit pinang betara.

"Pemilihan pinang jenis Betara memang utamanya untuk perekonomian petani sekaligus merupakan upaya penghijauan," ujarnya.

 

Laporan : Luthfy


Baca Juga :
Warga Temukan Mayat Laki-laki Mengapung Disungai Seluang
Badan Bahasa Teliti Budaya dan Sastra di Muba
Data ODCB TIM DAPOBUD Dikbud Muba Sambangi Desa Teluk Kijing
Bacok Ayah Kandung Sendiri, Kini Rosadi Warga Sungai Lilin Diamankan Polisi
Minta Nasehat Ulama di Muba, Bupati Dodi Reza Anjurkan Salat Ied di Rumah Masing-masing
Sembako Untuk Pasukan Kuning dan Driver Bentor Bayung Lencir
Hindari Kerumunan dan Mobilisasi, BLT Desa Lais Dibagikan Door To Door

Komentar Anda ?
Advertisment
2017 Mubaonline PT PERUSAHAAN MEDIA ONLINE (PERMIO)