Main Area

Main

Masih Yakin Mau Merokok!

masih-yakin-mau-merokok-muba236zw1574420913.jpg

Indriani, Putri Rizqi Amelia, Riska Purwanti

Merokok masih saja menjadi bahan perbincangan hangat sampai sekarang, bahkan salah satu penyebap terbesar kerugian negara. Di beberapa negara berkembang yang berpenghasilan rendah termasuk Indonesia, tren merokok telah meningkat.

Kasus perokok di Indonesia diprediksi semakin meningkat setiap tahunnya. Indonesia sampai saat ini masih memiliki penigkatan angka kematian akibat konsumsi rokok yaitu sebesar 230 ribu setiap tahun. Hal tersebut di ikuti peningkatan penyakit paru-paru di Indonesia semakin meningkat. Seorang perokok mempunyai risiko 2 sampai 4 kali lipat untuk terserang penyakit jantung koroner dan memiliki risiko lebih tinggi untuk terserang penyakit kanker paru dan PTM lainnya,'' ungkap Menkes Nila F. Moeloek pada peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS), di kantor Kemenkes (11/7).

Menurut WHO menjelaskan bahwa lebih dari 40% perokok dunia meninggal akibat penyakit paru-paru dan penggunaan tembakau membunuh setidaknya 8 juta orang setiap tahunnya. Badan PBB juga mengatakan bahwa 3,3 juta perokok akan meninggal karena penyakit akibat yang berhubungan paru-paru.

Dalam sebatang rokok terdapat berbagai macam senyawa berbahaya. Terdapat 3 kandungan yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin, dan karbon monoksida. Nikotin bersifat alkali kuat dan terdapat dalam bentuk bukan ion sehingga dapat melalui membrane sel saraf. Sifat racun keras yang dimiliki nikotin dapat menyebabkan kelumpuhan saraf dan mudah diserap melalui kulit.

Tar merupakan penyerap perokok mengalami maslaah jantung dan pernapasan, juga dapat menyebabkan kanker. Pada saat seseorang menghirup karbon monoksida, maka gas tersebut akan masuk ke paru-paru dan mengikat hemoglobin pada darah, sehingga jumlah karbon monoksida dalam tubuh akan meningkat dan jumlah oksigen akan berkurang. Hal ini mengakibatkan sesak napas, pingsan, bahwa kematian.

Indonesia terus berupaya dalam menyelesaikan permasalah terkait rokok. misalnya yaitu dengan KTR (Kawasan Tanpa Rokok), rumah bebas asap rokok, klinik berhenti merokok., label peringatan berhenti merokok, dan kebijakan iklan rokok. Setiap daerah mempunyai kebijakan tersendiri tentang pelarangan rokok salah satunya di kota palembang. Kebijakan pelarangan rokok di palembang tertera pada Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 7 Tahun 2009 Tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Dalam peraturan tersebut menjelaskan tentang KTR (Kawasan Tanpa Rokok) seperti tempat belajar, pelayanan kesehatan, arena bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum. Namun, dalam pelaksanaanya masih belum effektif. Hal ini dapat dilihat masih banyaknya masyarakat yang merokok di kawasan KTR. Sulitnya penerapan KTR ini salah satu penyebabnya yaitu aktor yang seharusnya melakukan pengawasan dan pelarangan merokok. Namun mereka juga sebagai perokok aktif. Kemudian masih belum diterapkannya sanksi yang secara tegas memberi jera ke masyarakat agar tidak merokok secara sembarangan terkhusus di Kawasan Tanpa Rokok.

Pelarangan merokok bisa dimulai dari rumah seperti yang dilakukan di kota yogyakarta dengan menggandeng Quit Tobaacco Indonesia dan Fakultas Kesehatan Universitas Gadjah Mada untuk melaksanakan program rumah bebas rokok. Di kelurahan Kampung Dalem Kota Kediri masyarakat setempat sepakat untuk tidak merokok didalam rumah. Dengan adanya larangan merokok didalam rumah ini dapat menjadi alternatif dalam menurunkan penggunaan rokok.

Dibeberapa daerah sudah di bangun Klinik Berhenti Merokok seperti di Kabupaten Purwakarta, tujuanya membantu perokok yang kesulitan untuk berhenti merokok. Terdapat 5 puskesmas percontohan seperti puskesmas Purwakarta, Darangdan, Plered, Cibatu, dan Pasawahan.

Indonesia juga sudah menerapkan label peringatan bahaya rokok untuk menurunkan penggunaan rokok di Indonesia. Tujuan utamanya untuk merubah persepsi masyarakat bahwa rokok memang berbahaya untuk kesehatan. Label bahaya rokok dalam bentuk gambar tidak lain adalah untuk semakin memberikan pengetahuan masyarakat tentang bahaya merokok dalam bentuk visual atau tidak hanya tulisan, sehingga diharapkan masyarakat semakin perhatian terhadap bahaya rokok terhadap kesehatan.

Kemudian pemerintah juga sudah membuat kebijakan terhadap industri rokok dengan kebijakan tentang iklan rokok yaitu tidak menampakkan wujud rokok pada beberapa iklan di media cetak maupun elektronik. Penayangan tentang rokok di media elektronik juga di jelaskan secara jelas yaitu hanya boleh antara pukul 21.30 hingga pukul 05.00 WIB.

Di negara jepang diberlakukan pembatasan penjualan rokok terhadap masyarakat yang belum cukup umur. Berbeda dengan Indonesia yang penjualan rokok dapat secara bebas terjual. Tidak ada pembatasan usia dalam membeli rokok ditambah juga dengan perilaku anggota keluarganya yang merokok secara sembarangan. Tentu ini dapat menjadi pemicu bagi anak kecil maupun remaja untuk merokok.

Lalu benarkah rokok merusak paru-paru? Menurut penelitian yang dilakukan oleh SR. Sarwani dan Sri Nurlaela (2012) Merokok Dan Tuberkulosis Paru (Studi Kasus di RS Margono Soekarjo Purwokerto), hasil penelitian menunjukan bahwa “ada hubungan yang signifikan antara merokok dengan kejadian Tuberkulosis paru (p= 0,022, OR=3,85 ; 95%CI=1,32 – 11,23)”.

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Robby Cahyadie (2016) hubungan kebiasaan merokok dengan kejadian kanker paru di RSUD Ulin Banjarmasin menjelaskan ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan merokok dengan kejadian kanker paru (P = 0,01) . menurut peneliti merokok merupakan penyebab utama terjadinya kanker paru dan asap rokk yang dihisap juga akan menyebabkan fungsi sel didalam paru yang awalnya jinak akan menjadi ganas .

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa merokok tidak baik untuk perokok sendiri maupun orang lain. Hentikan merokok sebelum kalian menyesal, lebih baik berhenti sekarang dari pada menyesal kedepannya.

Dampak rokok bukan saja dirasakan oleh diri sendiri, tapi juga orang lain yang tidak bersalah. Mungkin sistem imun tubuh kamu masih kuat, Tapi bagaimana dengan orang lain? OK, Mungkin kita bahas kekeluarga terdekat yaitu anak. Apakah anda tidak membayangkan EFEK ROKOK terhadap ANAK ANDA!.

Bayangkan jika anak anda menderita penyakit ISPA, TB paru, jantung atau penyakit lain. Yang seharusnya mereka bisa produktif untuk bangsa dan negara malah menjadi beban. Marilah kita berhenti merokok untuk kesehatan dan keselamatan diri kita, keluarga dan orang-orang terdekat.

-Salam sehat, pilihan ada pada anda, berhenti demi kebaikan atau tetap egois?

-Berhenti bukan mudah, namun mempunyai keinginan untuk berhenti sangat mulia. Jika belum bisa berhenti setidaknya mengurangi penggunaan rokok. Jangan sampai KEEGOISANNMU merugi.

Oleh: Indriani, Putri Rizqi Amelia, Riska Purwanti


Baca Juga :
Ini Dia Rincian Jumlah Pelamar CPNS Muba Tahun 2019
Membanggakan, Dea Aditya Atlet Difabel Asal Desa Teluk Ini Bawa Pulang Medali Emas dan Perak Peparprov
Inginkan Gardu Induk Di Bayung Lencir, Masa Aksi Banting TV Di PT DSSP Power PLTU Sumsel 5
Bawa Uang Ratusan Juta Bos Sawit Ditembak
Hendak Melarikan Diri, DPO Curat Ini Didor Oleh Satreskrim Polres Muba
Hujan Deras Mengguyur Lais, Siswa Ujian Memakai Sendal
Resmi.. Muba Miliki Pabrik Pengolahan Aspal Karet

Komentar Anda ?
Advertisment
2017 Mubaonline PT PERUSAHAAN MEDIA ONLINE (PERMIO)