Main Area

Main

Mahasiswa KKN RDR UIN Walisongo semarang bagikan Jamu buatan sendiri Di Tungkal Jaya

mahasiswa-kkn-rdr-uin-walisongo-semarang-bagikan-jamu-buatan-sendiri-di-tungkal-jaya-muba25yg1603118769.jpg

Banyaknya ketersediaan bahan jamu seperti jahe, kunyit dan temulawak didesa Margo Mulyo, yang kebanyakan hanya dimanfaatkan sebagai bumbu dapur, membuat para mahasiswa ini brinovasi dengan cara membuat jamu, Senin (19/10/20).

Tungkal Jaya, Musi Banyuasin - Potensi jamu tradisional yang ada di Desa Margo Mulyo, Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin menjadi target dari Tim KKN Universitas Islam Negeri Walisongo (UIN Wali Songo) kota Semarang. Banyaknya ketersediaan bahan jamu seperti jahe, kunyit dan temulawak didesa Margo Mulyo, yang kebanyakan hanya dimanfaatkan sebagai bumbu dapur, membuat para mahasiswa ini brinovasi dengan cara membuat jamu, Senin (19/10/20).


Perwakilan Mahasiswa KKN UIN Walisongo Desa Margo Mulyo Shobiyah mengatakan bahwa, dulu ketika kecil banyak penjual jamu tradisional akan tetapi sekarang sudah tidak ada lagi, sehingga mahasiswa KKN tersebut tertarik untuk membuat jamu.


“Dulu ketika saya masih kecil banyak sekali penjual jamu tradisional yang keliling kerumah rumah akan tetapi sekang sudah tidak adalagi, padahal jamu itu kaya akan manfaatnya dan tidak memiliki efek samping karena mengunakan bahan alam. Apalagi kita sedang dimasa pandemi covid 19 ini, jamu dapat membantu menjaga imunitas tubuh.” ujarnya.

Bahan-bahan jamu yang dipakai seperti jahe, kunyit, dan temulawak. Menurutnya, bahan bahan tersebut secara empiris memiliki khasiat antara lain meredakan batuk, baik sebagai antioksidan, meredakan mual dan muntah, dapat menghangatkan tubuh, dan mengurangi kecapekan setelah beraktifitas.
Hasil olahan jamu ternyata rasanya cukup enak dan khas. Kemudian jamu dibagikan kepada warga untuk dikonsumsi masyarakat Desa Margo Mulyo. Selain pembagian jamu mahasiswa KKN juga membagikan brosur pembuatan jamu tersebut, kepada warga supaya warga dapat membuat jamu secara mandiri dengan memanfaatkan tanaman yang banyak didesa Margo Mulyo.

Warga Desa Margo Mulyo sangat antusias menyambutnya inovasi tersebut, mereka menyukai produk jamu olahan mahasiswa KKN tersebut. Hal tersebut menjadi nilai ekonomis baru bagi warga masyarakat Desa Margo Mulyo.
“jamunya enak, apalagi diminum setelah berkativitas seperti ini, rasanya juga tidak terlalu pahit ” ujar salah satu warga yang menerima jamu dari mahasiswa KKN.

Diharapkan inovasi pengolahan jamu dari jahe, kunyit, dan temulawak bisa menjadi peluang usaha baru bagi warga Desa Margo Mulyo, khususnya ibu-ibu rumah tangga yang memiliki banyak waktu luang berkegiatan di rumah.

Angota BPD Desa Margo Mulyo Dayat menanggapi inovasi pangan tersebut menyambut baik dan berterima kasih telah mendapat perhatian dari mahasiswa KKN. Ia bersama warga siap mengembangkan potensi baru yang dapat dikembangkan menjadi Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).

“Pemanfaatan rempah-rempah bisa menjadi peluang kerja bagi ibu rumah tangga atau kelompok Ibu PKK. Potensi rempah-rempah yang banyak di Desa Margo Mulyo dapat dikelola lebih maksimal. Tidak hanya sebatas untuk bumbu dapur tapi ada nilai tambah untuk olahan baru seperti jamu tradisional,” ujarnya.

Laporan : ril


Baca Juga :
Salah Satu Ekskul Andalan SDN Muara Medak, Februari Lalu Borong 12 Medali Di Kejurnas Karate
Rumahnya Digrebek, Pria Ini Kedapatan Simpan Diduga Sabu Seberat 25,5 Gram
Disdikbud Muba Bakar 382 Ijazah
Kolaborasi Multi Stakeholder Gandeng Masyarakat Muba Restorasi Hutan Gambut
Lagi, RSUD Sekayu Gelar Operasi Jantung Terbuka dan Tuntaskan Pasien ke-10
Diprediksi Awal Maret Harga Karet Di Muba Naik Lebih Tinggi
Dewan Minta Segera Selesaikan Permasalahan Tambang Pasir Hingga Jaringan MEP

Komentar Anda ?
Advertisment
2017 Mubaonline PT PERUSAHAAN MEDIA ONLINE (PERMIO)