Main Area

Main

Korupsi Alokasi Dana Desa, Oknum Mantan Kades Ini Di Borgol

korupsi-alokasi-dana-desa-oknum-mantan-kades-ini-di-borgol-muba69071571046263.jpg

Dalam perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dana Belanja Langsung ADD Desa, Aparat Kepolisian Resor Musi Banyuasin berhasil mengamankan Tersangka an. ASWANDI (52) Petani (Mantan Kades Tanjung Durian Periode 2009 s/d 2015)

Sekayu, Musi Banyuasin – AKBP Yudhi Surya Markus Pinem S.I.K Gelar Press Release Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dana Belanja Langsung ADD Desa

Senin 14 Oktober 2019 pukul 15.00 wib di halaman teras Mapolres Muba jl. Merdeka no 494 Kelurahan Serasan Jaya Kecamatan Sekayu Kabupaten Muba, telah digelar Press Release Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dana Belanja Langsung ADD Desa Tanjung Durian Kecamatan Lawang Wetan Kabupaten Musi Banyuasin.

Dalam perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dana Belanja Langsung ADD Desa, Aparat Kepolisian Resor Musi Banyuasin berhasil mengamankan Tersangka ASWANDI (52) Petani (Mantan Kades Tanjung Durian Periode 2009 s/d 2015) Alamat Dusun II Desa Tanjung Durian Kecamatan Lawang Wetan Kabupaten Muba.

Tersangka an. ASWANDI (52) diamankan berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP /A-180/II/2016/Sumsel/Res Muba pada tanggal 19 Februari 2016, atas Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dana Belanja Langsung ADD Desa Tanjung Durian Kecamatan Lawang Wetan Kabupaten Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2014.

Kapolres Muba Yudhi Surya Markus Pinem S.I.K pada kesempatan ini menerangkan pada Tahun 2014 desa Tanjung Durian Kecamatan Lawang Wetan Kabupaten Muba mendapat bantuan Alokasi Dana Desa / Kelurahan (ADD/K) untuk kegiatan belanja langsung yang bersumber dari APBD Kabupaten Muba TA. 2014 yaitu Tahap I sebesar Rp. 378.986.750,- (tiga ratus tujuh puluh delapan juta sembilan ratus delapan puluh enam ribu tujuh ratus lima puluh rupiah) dan Tahap II sebesar Rp 378.986.200,- (tiga ratus tujuh puluh delapan juta sembilan ratus delapan puluh enam ribu dua ratus rupiah) untuk kegiatan Fisik, Ekonomi Produktif dan Operasional Desa.

“Kemudian Berdasarkan hasil penyidikan terhadap Kegiatan Belanja Langsung sebagaimana tercantum dalam Daftar Urutan Rencana Penggunaan (DURP) dan Laporan Penggunaan Dana (LPD) Tahap I dan tahap II serta saksi – saksi, telah ditemukan bukti – bukti penggunaan dana kegiatan yang fiktif, Selanjutnya berdasarkan Laporan Audit dan keterangan dari Inspektorat Kab. Muba bahwa dalam realisasi kegiatan Belanja Langsung Alokasi Dana Desa / Kelurahan di desa Tanjung Durian tahun Anggaran 2014 menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 304.896.399,- (tiga ratus empat juta delapan ratus sembilan puluh enam tiga ratus sembilan puluh sembilan rupiah)”. Ungkapnya.

“Kepada tersangka diterapkan Pasal yaitu Primer Pasal 2 ayat (1) Subsider Pasal 3 Lebih Subsider Pasal 9 Juncto Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan Ancaman Pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah)” lanjutnya.

“Terhadap Perkara tersebut sudah dinyatakan P21 oleh Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin dengan pada tanggal 8 Oktober 2019.” Pungkas Pinem (Kapolres Muba).

 

Laporan : ril


Baca Juga :
Iming-iming Diberi Uang, Pria 48 Tahun Kecamatan Lais Ini Tega Setubuhi Anak Dibawah Umur
Viral Beredar Video Anggota Satlantas Polres Muba Diduga Lakukan Pungli Berdalih THR
Positif terkonfirmasi Covid-19 di Muba hari ini Bertambah 6 Kasus
Terkonfirmasi Positif, OTG 01 Muba Dirawat di RSUD Bayung Lencir
1 Orang Warga NTB Bekerja Di Salah Satu Perusahaan Di Muba Positif Covid-19
Diduga Karena Tiupan Angin, Satu Rumah Di Desa Lais Ambruk
Jalani Isolasi 10 Hari, PDP 51 Berusia 75 Asal Muba Meninggal Dunia

Komentar Anda ?
Advertisment
2017 Mubaonline PT PERUSAHAAN MEDIA ONLINE (PERMIO)