Main Area

Main

Inginkan Gardu Induk Di Bayung Lencir, Masa Aksi Banting TV Di PT DSSP Power PLTU Sumsel 5

inginkan-gardu-induk-di-bayung-lencir-masa-aksi-banting-tv-di-pt-dssp-power-pltu-sumsel-5-muba206ak1575886789.jpg

Masa aksi yang menggelar aksi di PT DSSP Power PLTU Sumsel-5 membanting Televisi.

Bayung Lencir, Musi Banyuasin - Ratusan masyarakat yang dikomandoi oleh Forum Masyarakat Bayung Lencir (Formabal) menggelar aksi unjuk rasa di PT DSSP Power Sumsel 5, Senin (9/12).

Pantauan mubaonline.com dilapangan, masa aksi yang diperkirakan berjumlah kurang lebih 300 orang tersebut menuntut pihak PT DSSP Power PLTU Sumsel-5 dan PLN membangun Gardu Induk demi tercapainya Kecamatan Bayung Lencir bebas pemadaman listrik yang berulang kali.

Membawa spanduk dengan berbagai macam tulisan, seperti "Kami siap jaga aset PLTU dan PLN, kamipun siap cabut PLTU dan PLN". Ada lagi spanduk yang bertuliskan "2020 Bayung Lencir Tanpa Mati Lampu". Tak ketinggalan juga ada tulisan spanduk "Pak Jokowi Tolong SMS ke wong PLTU dan PLN ni, Berhentilah Matike Listrik Wong Bayung".

Masa aksi bahkan membanting sebuah Televisi, Kipas Angin, dan sejumlah peralatan rumah tangga lainnya yang telah rusak, "peralatan rumah tangga kami rusak galo nah, ini akibat Listrik sering padam, kamu (PT DSSP dan PLN) harus tanggung jawab" teriakan sejumlah masa aksi.

"Kami sudah gerah dengan keadaan yang sangat merugikan masyarakat Bayung Lencir ini, mereka merasa dirugikan sekali dengan adanya mati lampu, yang mungkin sehari itu tidak hanya 2 atau 3 kali, mungkin apabila hari ini tuntutan kami tidak dipenuhi, kami akan melakukan aksi lagi dengan jumlah yang lebih besar" Ungkap Ketua Aksi, Imam Chamdana.

Ketika ditanyai kenapa menuntut ke PT DSSP Power PLTU Sumsel-5, ia mengaku karena kebetulan sumber energi listrik yang besar ini berada di Kecamatan Bayung Lencir, karena titik fokusnya PLN dan PLTU perhatikan di Kecamatan Bayung Lencir ini.

"Teman-teman sebelumnya sudah melakukan aksi, namun mereka merasa dibohongi, kami meminta dibangunkan Gardu Induk (GI) dan itu adalah jalan satu-satunya agar sumber listrik lebih maksimal tersalurkan ke masyarakat Bayung Lencir, selama ini arus listrik masih melalui Jambi makanya kita hanya dapat sisanya" ujar pria yang juga merupakan Ketua Formabal ini.

Sementara Manager Jaringan Distribusi Unit Pengelola 3 Jambi Muhammad Sofyan, ditanyai mengatakan bahwa secara umum, tuntutan masyarakat mengenai kompensasi dan pembangunan GI nanti ada yang bisa memutuskan dan mengambil kebijakan soal itu.

"Harapannya di minggu kedua bulan Januari sudah ada pertemuan membahas tentang tuntutan masyarakat Bayung Lencir ini di Kantor Camat Bayung Lencir, via telpon sudah dilaporkan ke pimpinan kita, pimpinan kita belum kumpul pak nanti mereka akan ada rapat-rapat tertentu saya kira yakin ada," kata Sofyan.

Masih kata Sofyan, dirinya mengaku bahwa tidak bisa memutuskan bisa atau tidaknya memberikan seperti apa kebijakan mengenai pembangunan GI dan Kompensasi dari seringnya byarpet yang terjadi di Bayung Lencir, "yang bisa memutuskan soal GI ini bukan domainnya kita, ada bagiannya, kalau kompensasi wilayah bisa, Unit Induk Wilayah bisa" ujarnya.

 

Laporan : Luthfy


Baca Juga :
Junai Warga Tanjung Agung Timur Ini Terciduk Di Desa Epil
Akibat Ulahnya, Warga Lais Utara Ini Diborgol Polisi
Mau Berjalan Diatas Air ? Datangi Taman Terbuka Hijau di Sekayu
Tanggal 8-12 Februari 2020 Tes SKD CPNS Muba
Muara Medak Sulap Lidi Kelapa Sawit Jadi Piring
DPO Ini Akhirnya Diciduk Polisi
Sejahterakan Petani Karet, 6 UPPB Se Bayung Lencir Terima Surat Tanda Registrasi

Komentar Anda ?
Advertisment
2017 Mubaonline PT PERUSAHAAN MEDIA ONLINE (PERMIO)