Main Area

Main

Ditengah Wabah Covid-19, Bisnis Batu Bata Desa Sinar Jaya Tetap Menggiurkan

ditengah-wabah-covid-19-bisnis-batu-bata-desa-sinar-jaya-tetap-menggiurkan-muba468s1608789059.jpg

Pengerajin batu bata Desa Sinar Mas Kecamatan Jirak Jaya Musi Banyuasin Di tengah Pandemi

Jirak Jaya, Musi banyuasin – Terkenal dengan daerah penghasil batu bata yang berkwalitas tinggi bahkan jauh sebelum generasi saat ini Desa Sinar Jaya pada masa nenek moyang sudah menjadi Desa penghasil batu bata.

Seiring pembangunan semakin menjamur terutama dikabupaten Musi banyuasin, belakangan ini bisnis batu bata menjadi sangat menggiurkan. Selain dapat meningkatkan perekonomian dan tentu bisnis ini tidak membutuhkan banyak macam bahan baku alias hanya tanah liat saja sebagai bahan utama.

Pada masa pandemi seperti sekarang ini, banyak usaha rakyat omsetnya menurun kesulitan ekonomi menjadi halangan utama masyarakat.

Bisnis batu bata ini sangat menjanjikan dan bahkan tidak mengalami penurunan pendapatan omset yang signifikan meskipun dalam masa covid-19.

“Banyak sekali ditengah masyarakat  orang yang mengeluh pendapatannya berkurang drastis akibat  adanya wabah corana sekarang ini . Namun tidak demikian yang dialami para pengrajin batu bata di Desa Sinar Jaya, Kecamatan Jirak Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin”. Ungkap Kepala Desa Sinar jaya Alexander ketika dibincangi mubaonline.com (24/12/20).

Menurutnya Wabah corona tidak ada pengaruhnya dalam menjalankan aktivitas kerja membuat batu bata, saat ini allhamdulillah pengrajin batu bata tetap menjalankan rutinitasnya membuat batu bata yang seharinya bisa mencapai 2000-4000 balok bata yang diproduksi.

Seperti Budi pengrajin batu Bata menjelaskan, untuk proses pembuatannya, biasanya di mulai dari pengadaan tanah liat, sekam terus dijebor, diaduk - aduk kemudian dicetak baik mengunakan tangan atau mesin. Setelah itu proses berlanjut ke pengeringan dengan penjemuran dibawah Sinar Matahari, sebelum ke proses pengesikan, pembakaran. Dalam setiap kali pembakaran bisa mencapai  6000  - 7000 batu bata.

Disinggung soal harga jual, Budi muturkan,"Tak ada pengaruhnya , saat ini  penjualan batu bata tetap stabil seperti biasanya sebelum ada wabah corona, yaitu berkisar antara  Rp 450 - Rp  500 per satuan bata ". Ucapnya.

Para pengrajin batu bata di desa Sinar Jaya Kecamatan Jirak Jaya tidak begitu  merasakan efek dari adanya wabah corana yang saat ini sedang melanda  .

Dilokasi Riko dan 24 kepala keluarga lainnya yang merupakan pengrajin batu bata yang lainnya pun juga menuturkan kalau wabah corona tak memberikan pengaruh di dalam menjalankan aktifitasnya sebagai pembuat batu bata. Bahkan Dia mengatakan dengan membuat batu bata hidupnya akan selalu sehat karena berjemur dibawah teriknya sinar Matahari pagi.

Laporan : Aceng


Baca Juga :
Salah Satu Ekskul Andalan SDN Muara Medak, Februari Lalu Borong 12 Medali Di Kejurnas Karate
Rumahnya Digrebek, Pria Ini Kedapatan Simpan Diduga Sabu Seberat 25,5 Gram
Bupati Dodi Reza Wajibkan Pertamina Rekrut Tenaga Kerja Lokal di Muba
Lagi, RSUD Sekayu Gelar Operasi Jantung Terbuka dan Tuntaskan Pasien ke-10
Diprediksi Awal Maret Harga Karet Di Muba Naik Lebih Tinggi
Dewan Minta Segera Selesaikan Permasalahan Tambang Pasir Hingga Jaringan MEP
Pemkab Muba Tegas Tertibkan Kios Pasar

Komentar Anda ?
Advertisment
2017 Mubaonline PT PERUSAHAAN MEDIA ONLINE (PERMIO)