Main Area

Main

Disdik Prov Sumsel Keluarkan Edaran Terkait Besaran Honorarium Guru Honor dan Tenaga Kependidikan Dari Dana BOS 2020

disdik-prov-sumsel-keluarkan-edaran-terkait-besaran-honorarium-guru-honor-dan-tenaga-kependidikan-dari-dana-bos-2020-muba235ud1582805299.jpg

Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan (Sumsel), Drs. H. Riza Fahlevi, MM

PALEMBANG - Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan (Sumsel), Drs. H. Riza Fahlevi, MM mengeluarkan edaran terkait tentang pengelolaan alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2020 Nomor :800/2869/Set.2/Disdik.SS/2020. Yang mana besaran honorarium pendidik non PNS diberi sebesar 50 persen dari dana BOS yang didapat oleh setiap sekolah baik negeri ataupun swasta.

Saat dikonfirmasi via telepon, Riza mengatakan, pembayaran honor guru honorer dan tenaga kependidikan baik di sekolah negeri dan swasta maksimum 50 persen dari jumlah dana BOS regular yang diterima sekolah.

“Guru dan tenaga kependidikan yang berhak menerima dana BOS tersebut mereka yang memenuhi persyaratan yakni terdaftar di Dapodik per tanggal 31 Desember 2019, memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) Belum Menerima Tunjangan Profesi Guru, begitu juga dengan tunjangan lain seperti tunjangan pegawai honor daerah termasuk yang dibayar berdasarkan Tunjangan surat perjanjian kerja (SPK) dari pemerintah daerah Provinsi,” jelasnya. Rabu (26/2/2020).

Adapun besaran honorarium guru honorer perbulan menurutnya ditentukan berdasarkan jumlah jam mengajar per minggu yaitu sebesar Rp 25.000 ribu dampai dengan Rp 65.000 ribu per jam. Sedangkan untuk tenaga kependidikan honorer besarnya honor diberikan sebsar Rp 500.000 ribu sampai dengan Rp 1.500.000 perbulan.

“Ketentuan ketentuan ini berlaku untuk sekolah jenjang SMA dan SMK serta SLB di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, dan pembayaran honor guru dan tenaga pendidikan honorer ini diberikan mulai bulan Januari 2020,” tegasnya.

Dirinya berharap, langkah yang telah diberikan oleh kemendikbud ini dapat meningkatan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan honorer. “Ini merupakan langkah pertama untuk memperbaiki kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan honorer yang telah berdedikasi selama ini,” tuturnya.

Lebih lenjut Reza mengatakan, Pada tahun ini skema penyaluran dana BOS menjadi tiga tahap yang sebelumnya empat tahap per tahun. Penyaluran pada tahap pertama berjumlah 30 persen, tahap kedua 40 persen, sementara tahap ketiga 30 persen.

“Pencairan tiga tahap ini dianggap lebih sederhana dibanding penyaluran dengan skema sebelumnya,” jelasnya. (raka/red)


Baca Juga :
Seorang Sopir Truck Dirawat, Direktur RSUD Bayung Lencir : Pasien Baru Berstatus Dalam Pengawasan Jangan Panik
Geger Berita Hoax, Stock Telur Ayam Diwarung Habis Terjual
Akibat Ulahnya Membobol Indomaret Lais, Endang Alias Jhonson Diciduk Polisi
Bagi Warga Muba Yang Terlanjur Mudik Wajib Ikuti 10 Poin Protokol Kesehatan
Portal Sudah Dipasang, Masuk Desa Teluk Kijing 1 dan 2 Wajib Diperiksa Oleh Pihak Puskesmas
Cegah Penyebaran Covid-19 Margareta Akan Pasang Portal, Siapapun Yang Akan Masuk Teluk Kijing Akan Diperiksa
Soal Larangan Hajatan, Ketua Karang Taruna Muba : Stakeholder Terkait Harus Adil dan Tegas

Komentar Anda ?
Advertisment
2017 Mubaonline PT PERUSAHAAN MEDIA ONLINE (PERMIO)