Main Area

Main

Cerita Pandu Wira, Sang Atlet Pencak Silat Muba Bawa Pulang Motor Milik Pembegal Dirinya Dalam Keadaan Berdarah-darah

cerita-pandu-wira-sang-atlet-pencak-silat-muba-bawa-pulang-motor-milik-pembegal-dirinya-dalam-keadaan-berdarah-darah-muba56t31578137665.jpg

Pandu Wira Putra (19) yang merupakan Atlet Pencak Silat aktif di IPSI Muba.

Bayung Lencir, Musi Banyuasin - Pandu Wira Putra (19) yang merupakan Atlet Pencak Silat aktif di IPSI Muba ini di rampok oleh 2 orang di jalanan sepi dan gelap di RT 22 RW 06 Desa Pulai Gading, Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin, Kamis (2/1) malam.


Di RSUD Bayung Lencir, kepada wartawan mubaonline.com, Sabtu (4/1), Pandu bercerita saat itu ia sedang keluar rumah untuk mencoba mencari sinyal dan akan berkumpul bersama teman, namun karena malam Jum'at orang-orang masih sepi karena sedang yasinan.


"Waktu nyampe ditempat, dipinggir jalan diatas motor, sebenarnya sudah tau ada dua orang datang, saya fikir sih biasa karena disana biasanya rame, saya belum curiga, tiba-tiba ada orang dari jauh datang pake motor, 2 orang itu pura-pura nelpon, terus saya fokus lagi nelpon," kata Pandu.


Pandu melanjutkan, setelah motor orang lewat yang dibelakang ini sudah jauh, tiba-tiba 2 orang ini salah satunya langsung membacok dari belakang hingga mengenai leher bagian belakangnya, merasa tersakiti pandu langsung membalas dengan pukulan dan tendangan dengan tangan kosong hingga pelaku begal terpental.

 

Kondisi leher bagian belakang Pandu Wira Putra yang terkena bacokan oleh pelaku begal.


"Ya pokoknya pukul tendang, setelah dia terpental mulai mengangkat parangnya, itupun aku belum sadar kalau itu adalah parang, aku pikir kayu, soalnya gelap. Waktu mukul lagi aku tangkis, waktu ditangkis aku mikir kenapa gak patah nih kayu, karena kayu segitu pasti patah kan, aku tendang lagi mental lagi mulai mundur mereka, parangnya kena salah satu bagian motor gak tau apa, bunyi kayak suara besi, baru sadar lah itu parang.


Langsung aku cari kayu, ketemu kayu buat ganjal motor, pendek besar lagi, buat ngelawan mereka. Terus masukin hp kedalam tas selempang, mereka liat, yang satunya berusaha menghidupkan motorku tapi gak hidup-hidup, karena kan harus ngengkol (menghidupkan dengan starter pedal), selesai nyari kayu mau masukin hp ke tas aku sambil ngomong, kau tahu tidak aku siapa. Mereka lihat aku mereka langsung lari, aku pikir mereka beranggapan aku hendak mengeluarkan senjata api padahal masukin Hp.


Aku tungguin disitu didekat motor, aq baru sadar tanganku basah, penasaran baru pegang leher aku lihat ternyata darah. Terus motor aku kunci stang, motor milik mereka aku bawa pulang lapor sama mamak, dan langsung bawa ke Puskesmas terdekat" ungkap Atlet peraih emas Porprov Sumsel ini kepada mubaonline.com.


Ibu Kandung Pandu, Riri Srimulya (45) ditanyai mengaku bahkan tidak sadar anaknya sedang bercucuran darah saat pulang kerumah, ia baru melihat anaknya penuh darah setelah megang motor akan beranjak ke Puskesmas. "Waktu keluar dari pintu, dia pegang motor kena sorot lampu baru tau yang di leher bagian belakang mengeluarkan darah, berangkat sendiri dia ini ke Puskesmas, dia duluan saya baru nyusul, saya lapor ke pak RT kalau Pandu kena begal, sembarang tunjuk aja," ujarnya.


Masih kata Riri, sepanjang jalan menuju rumah sakit darah dari luka Pandu terus keluar, ia terus memberi semangat bahwa pandu anak yang kuat bahwa pandu bisa bertahan, "Alhamdulillah di sini (RSUD Bayung Lencir) luka tersebut bisa ditangani" ujarnya.


Baik pandu maupun keluarga tidak tahu menahu bagaimana nasib dari pelaku yang membegal dirinya, namun dari informasi yang berhasil dihimpun, pelaku berhasil ditemukan warga, bahkan pelaku dimasa oleh warga, salah satunya meninggal dunia di bawa ke RSUD Bayung Lencir.

Kapolsek Bayung Lencir, melalui Kanit Reskrim Ipda Dedi Kurniawan membenarkan bahwa salah satu pelaku begal tewas.


"Iya meninggal di RS, satunya sudah di Polsek" ujar Kapolsek Bayung Lencir, melalui Kanit Reskrim Ipda Dedi Kurniawan.

 

Laporan : Luthfy


Baca Juga :
Iming-iming Diberi Uang, Pria 48 Tahun Kecamatan Lais Ini Tega Setubuhi Anak Dibawah Umur
Positif terkonfirmasi Covid-19 di Muba hari ini Bertambah 6 Kasus
Richard Cahyadi : Pergantian dan Pemberhentian Perangkat Desa Jika Tidak Sesuai Aturan, PMD Tidak Akan Memberikan Rekomendasi
Update data hari ini 2 juni Positif Covid-19 Bertambah 4 Kasus di Muba
Diduga Karena Tiupan Angin, Satu Rumah Di Desa Lais Ambruk
1 Orang Warga NTB Bekerja Di Salah Satu Perusahaan Di Muba Positif Covid-19
Jalani Isolasi 10 Hari, PDP 51 Berusia 75 Asal Muba Meninggal Dunia

Komentar Anda ?
Advertisment
2017 Mubaonline PT PERUSAHAAN MEDIA ONLINE (PERMIO)