Main Area

Main

Berantas DBD, Kecamatan Bayung Lencir Bentuk Tim Saber DBD

berantas-dbd-kecamatan-bayung-lencir-bentuk-tim-saber-dbd-muba39ix1600340011.jpg

Pengukuhan tim saber DBD, Kamis (16/9/20).

Bayung Lencir, Musi Banyuasin — Meski pandemi Covid-19 belum berakhir, tidak membuat Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengendorkan pengawasan dalam kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dimana pada tahun sebelumnya Kecamatan Bayung Lencir termasuk daerah cukup tinggi pada kasus DBD. Untuk itu, Pemerintah Kecamatan Bayung Lencir membentuk tim sabu bersih (Saber) dalam memberantas DBD khusus di Kecamatan Bayung Lencir.

Camat Bayung Lencir, M Imron S SOs MSi, mengungkapkan dibentuknya tim saber DBD ini merupakan antisipasi Pemerintah Kecamatan dalam memberntas di DBD. Dimana pada tahun sebelumnya terdapar dua kasus cukup tinggi yakni di Kelurahan Bayung Lencir dan Kelurahan Bayung Lencir Indah.

“Jadi, setelah dibentuk tim saber akan turun langsung kelapangan dalam melakukan sosialisasi pencegahan DBD ditengah masyarakat. Seperti menguras, menutup, dan mengubur (3M) dalam membasmi jentik nyamuk, Fooging juga akan dilakukan pada tempat-tempat yang dianggap perlu dilakukan,”kata Imron, disela pengukuhan tim saber DBD, Kamis (16/9/20).

Lanjutnya, pada tahun kemarin pada awal tahun 2019 sudah terdapat 140 kasus DBD. Maka dari itu pihaknya tidak ingin terulang kembali kasus DBD yang sama. “Kita tidak ingin kecolongan atas kasus DBD yang ada di Kecamatan Bayung Lencir ini. 4 orang tim saber ini akan bertugas.

Sememtara itu, Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi mengapresiasi atas inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Bayung Lencir dalam membentuk tim saber DBD. Menurutnya Kabupaten Muba menjadi salah satu daerah yang cukup tinggi dalam kasus DBD.

“Seorang kepala wilayah itu menurut saya harus benar-benar paham wilayahnya, salah satu maslahnya yakni DBD. Oleh karena itu inovasi yang dilakukan Camat Bayung Lencir sangat baik, karena DBD merupkan penyakit mematikan disamping Covid-19 yang saat ini sedang melanda,”ungkap Apriyadi.

Kabupaten Muba merupakan cukup tinggi dalam kasus DBD, maka dari itu saya minta camat lainnya harus melakukan inovasi serupa. “Mari kita bersama-sama berupaya dalam menekan kasus DBD di Kabupaten Muba. Selain itu, penerepan Prokes dalam mencegah Covid-19 terus dipatuhi karena penyebaran Covid-19 trennya terus memanjak, pola hidup sehat terus harus diterapkan,”tandas dia.

 

Laporan : ril


Baca Juga :
Dikabarkan Hilang, Pencarian Akasep Warga Petaling Terus Dilakukan
Aparat Gagalkan Penyelundupan Kayu Sitaan Negara Di Bayung Lencir
Jelajah Goa Bunker Peninggalan Belanda di Lawang Wetan
Dinyatakan Hilang, Akasep Ditemukan Diujung Parit Gajah Dalam Keadaan Selamat
RAKOR SP4N-LAPOR ! SE- SUMATERA SELATAN UPAYA MENINGKATKANĀ  KUALITASĀ  PELAYANAN PUBLIK KEPADA MASYARAKAT
Polisi Amankan Senpi Ilegal Dari Tangan Noviadi Yang Diduga Pengedar Narkoba
DRA Luncurkan Program Perdana konversi BBM ke BBG Untuk Nelayan Muba Sejahtera

Komentar Anda ?
Advertisment
2017 Mubaonline PT PERUSAHAAN MEDIA ONLINE (PERMIO)