Main Area

Main

Aparat Gagalkan Penyelundupan Kayu Sitaan Negara Di Bayung Lencir

aparat-gagalkan-penyelundupan-kayu-sitaan-negara-di-bayung-lencir-muba130q41602857945.jpg

Aparat yang sedang menghadang upaya penyelundupan kayu sitaan negara lewat sungai di Desa Muara Merang Kecamatan Bayung Lencir.

Bayung Lencir, Musi Banyuasin - Sejumlah oknum di Desa Muara Merang Kecamatan Bayung Lencir diduga nekat ingin mengambil atau membawa kayu - kayu sitaan negara yang berada di Kawasan Hutan di Desa Muara Merang, namun usaha tersebut di gagalkan oleh petugas dari TNI dan Keamanan PT Rimba Hutani Mas (PT RHM), Kemarin, Kamis (16/10) sekira pukul 17.00 wib.

Dari informasi yang di dapat, oknum tersebut sudah sempat merakit kayu yang diperkirakan mencapai 70 Meter Kubik. Diduga oknum tersebut merupakan warga Desa Kepayang yang dikomandoi seseorang bernama Edison alias Son sebagai pengurus, beserta 6 rekannya. Kayu-kayu tersebut berusaha di bawa lewat jalur air, hampir ada yang lolos namun aparat berhasil menghentikan ketika perahu yang menarik kayu melewati jembatan.

Hal itu di benarkan oleh ketua RT 22 Desa Muara Merang Kecamatan Bayung Lencir, Tarmizi. Bahkan menurutnya pihaknya memang bekerjasama membantu ke tujuh warga Desa Kepayang dengan kesepakatan 20 Meter Kubik kayu tersebut akan diperuntukkan kepentingan umum Desanya yakni membangun Mushola dan Dermaga.

"Kami juga berada di posisi di situ beserta pemilik kayu mencoba mengeluarkan kayu, tapi aparat TNI dan Perusahaan masih tetap tidak membolehkan, kayu itu sudah lama sudah di potong-potong menjadi papan persegian lainnya. Kayu tersebut memang terletak di Desa Muara Merang namun kayu itu milik warga Desa Kepayang, kami tidak tahu nama-namanya tapi pengurusnya Son atau Edison," Kata Tarmizi di bincangi via telepon Jum'at (16/10).

Kemudian lanjutnya, pihaknya sudah meminta ijin keberbagai pihak terkait untuk mengeluarkan kayu tersebut, namun menurutnya pihak perusahaan tidak mengijinkan.

"20 Kubik untuk kepentingan Desa, 50 Kubik untuk 7 orang pemilik kayu warga Kepayang, Son Selaku pengurusnya, kayu sudah keluar namun masih diikat depan pos kanal 25 PT RHM," ungkapnya.

Sementara pihak PT RHM ditanyai terkait adanya penggagalan usaha penguasaan sitaan negara terhadap aktivitas ilegal loging di tahun 2016 tersebut. Menjelaskan bahwa kayu tersebut bukan kayu milik PT RHM, namun merupakan sitaan negara ditahun 2016.

"Para Oknum ini mencoba menguasai kayu dengan berbagai cara, bahkan berdalih kayu tersebut merupakan kayu limbah. Mereka membuat surat kesana kemari mengatasnamakan kayu limbah, padahal di dalam sungai itu mana ada kayu limbah, mereka minta ijin ke Keamanan PT RHM membawa surat yang mengatakan pengangkutan kayu limbah tapi kami tidak mengijinkan, itu kan kayu sitaan negara," ungkap Adi KP dari PT RHM.

Danramil Bayung Lencir, Suprayitno di klarifikasi soal oknum warga yang berupaya mengambil kayu sitaan negara tersebut mengatakan bahwa memang anggotanya menggagalkan upaya pencegahan oknum warga yang hendak mengeluarkan kayu sitaan negara tersebut.

"Iya kami amankan, kami hanya menggagalkan upaya mengeluarkan kayu. Memang sudah ada penutupan kanal, nanti akan simbolis penutupan kanal tersebut, sekaligus sosialisasi kepada warga oleh Dandim," ungkapnya.

Terpisah KUPTD KPHP Lalan Mangsang Mendis salim Jundan, ditanyai via WhatsApp, Pak benar kemarin ada upaya penggagalan oknum warga yang nekat mengeluarkan kayu sitaan negara di kawasan Hutan di Desa Muara Merang?

"Itu kayu ilegal loging gak boleh keluar," ujarnya singkat.

 

Laporan : Luthfy


Baca Juga :
Puluhan Pegawai PDAM Tirta Randik Mengalami Perubahan Status Kepegawaian
Dikabarkan Hilang, Pencarian Akasep Warga Petaling Terus Dilakukan
Jelajah Goa Bunker Peninggalan Belanda di Lawang Wetan
Dinyatakan Hilang, Akasep Ditemukan Diujung Parit Gajah Dalam Keadaan Selamat
RAKOR SP4N-LAPOR ! SE- SUMATERA SELATAN UPAYA MENINGKATKANĀ  KUALITASĀ  PELAYANAN PUBLIK KEPADA MASYARAKAT
Polisi Amankan Senpi Ilegal Dari Tangan Noviadi Yang Diduga Pengedar Narkoba
DRA Luncurkan Program Perdana konversi BBM ke BBG Untuk Nelayan Muba Sejahtera

Komentar Anda ?
Advertisment
2017 Mubaonline PT PERUSAHAAN MEDIA ONLINE (PERMIO)